sehatnusantara — Game bisa menjadi hiburan, sarana belajar, dan cara anak bersosialisasi. Namun tanpa batas yang jelas, game dapat mengganggu tidur, sekolah, dan aktivitas lain. Pendekatan terbaik bukan melarang total, melainkan membangun kebiasaan bermain yang sehat bersama anak.
LV 1Buat kesepakatan bersama
Ajak anak menyusun aturan: kapan boleh bermain, berapa lama, dan apa yang harus diselesaikan sebelumnya, seperti tugas sekolah. Aturan yang disepakati bersama lebih mudah dipatuhi daripada aturan sepihak.
Tuliskan kesepakatan dan tempel di tempat yang terlihat. Tinjau kembali secara berkala sesuai usia anak.
LV 2Gunakan fitur kontrol orang tua
Konsol, ponsel, dan platform game menyediakan fitur kontrol orang tua untuk membatasi waktu bermain, pembelian, dan konten sesuai usia. Fitur ini membantu menegakkan kesepakatan tanpa harus terus mengawasi.
Jelaskan kepada anak mengapa fitur ini dipakai, agar tidak terasa sebagai hukuman.
LV 3Pilih game sesuai usia
Periksa rating usia game dan tonton cuplikan permainannya. Mainkan bersama anak sesekali untuk memahami isi game dan dengan siapa mereka berinteraksi secara daring.
Waspadai fitur obrolan dengan orang asing dan ajarkan anak untuk tidak membagikan data pribadi.
LV 4Kenali tanda bermain berlebihan
Tanda yang perlu diperhatikan antara lain tidur terganggu, nilai sekolah menurun, mudah marah saat diminta berhenti, menarik diri dari teman dan keluarga, atau kehilangan minat pada kegiatan lain.
Jika tanda-tanda ini menetap meskipun aturan sudah diterapkan, konsultasikan dengan psikolog anak atau tenaga kesehatan.